Pusling dengan titian mencekam di Desa Jingah Bujur Kab.HSU

Hhmm,,udah ga sabar pengen cerita pengalamanku pusling (Puskesmas Keliling) kemaren.
Pusling kali ini kami berangkat ke Desa Jingah Bujur kecamatan Haur Gading.
Pasti ga tau kan itu ‎​​ada dimana? ( Sebentar ya, aku buka atlas dulu )
Desa ini ‎​​ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.

Sebagai pekerja di Puskesmas, kami hampir setiap hari mengadakan pengobatan ke desa-desa yang jauh dari jangkauan puskesmas induk, ya tujuannya supaya mempermudah warga untuk berobat, kalo puskesmasnya jauh kan warga jadi malas berobat, naaah untuk mengatasi hal itu maka kami lah yang “harus” mengalah dengan cara mengunjungi mereka kesana.

Desa Jingah bujur?
Weew membayangkan saja sudah membuat aku menggigil ketakutan (halah lebay!)
Tapi ya harus bagaimana lagi, mau tak mau kami harus berangkat, banyak yang menantikan kehadiran kami disana.

Akhirnya kami pun berangkat menggunakan motor diiringi lambaian tangan bapak kordinator pusling (waduh bapak pake dadah-dadahan segala, kaya melepas jama’ah haji aja, untung ga pake acara peluk cium segala, jijay!)

Suasana masih aman saat kami melewati jalan utama, kemudian dahiku semakin mengkerut ketika temanku mulai membanting setir kearah jalan yang lebih sempit. Huaduuuuuh ni jalan lubangnya minta ampun, cacing-cacing dalam perutku pasti pada panik menyelamatkan harta benda mereka dan mencari tempat ngungsi yang aman (emangnya ‎​​ada gempa ya diperutku?).
Oke santai cacing-cacingku, cuma 5 menit kok kita harus melewati jalan berlubang ini.

Dan akhirnya..
Jeng jejeng jejeeeeeeeennnggggg,,
Nyaliku menciut melihat hamparan air rawa dan jembatan kecilnya.
Kami harus melewati titian selebar 1,5 meter itu. Ah, seandainya ga pegel kalo jalan kaki sampe ke seberang, aku pasti lebih milih melewatinya dgn berjalan kaki daripada naik motor, khawatir banget kalo nyemplung ke air.

Haduh, boleh balik pulang ga ya?
Tapi kalo balik pulang gimana dengan warga disana yang ingin berobat?
Aku terus berpikir, pikiranku berkecamuk.
Tanpa sempat menyelesaikan pikiranku, temanku langsung tancap gas melewati jembatan itu, akupun pasrah.😦

Detik demi detik terasa lambat.
Konsentrasi.
Aku terus berdoa mudahan diberi keselamatan dan ga nyemplung ke sungai.
Seandainya titiannya mulus sih ga masalah, naaa ini titiannya banyak lubang.
Lubangnya gede, ibaratnya kalo aku mau nyemplung ke air lewat lubang itu kayanya muat deh.
(Badanku kan langsing kaya girlband korea, penting ga sih?)
Aku memilih jalan kaki sebentar kalo ‎​​ada lubang seperti itu, biar temanku aja sendiri naik motor.

Akhirnya kami berhasil melewatinya setelah berjibaku dengan lubang-lubang titian dan suara berisik akibat kayu-kayu titian yang longgar terlindas motor kami.
Hore,,horeee,,
(Loncat-loncat ala Dora the explorer)

Kami kembali melewati jalan darat setapak seperti sebelumnya.
Yaaa sekitar 15 menit laaah..
Dan akhirnya sampai di Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) Nurul Fajri Kecamatan Haur Gading.

Disini kami mengadakan pengobatan bagi warga umum, walaupun tempat pengobatannya di pondok pesantren.
Yup, akhirnya kami menggelar lapak dagangan obat kami, satu persatu masyarakat berduyun-duyun, berkumpul, bergerombol, berebutan ingin dilayani.
Untung ga ‎​​ada yang cakar-cakaran karena ingin merebut perhatian kami (what???)

Sekitar 2 jam kami disana, melayani kakek, nenek, ibu-ibu sampe remaja putera dan puteri, eh ‎​​ada anak bayinya juga lo..
Pasien hari ini komplit dari semua usia.

Alarm diperutku sudah berbunyi, itu artinya dagangan kami harus ditutup.
Dengan tergesa-gesa kami membereskan semua kotak obat, peralatan tensi darah, sisa2 suntikan semuanya dimasukkan kedalam tas besar.
Kenapa tergesa-gesa? Karena setelah ini ‎​​ada undangan selamatan di kantor kecamatan, takutnya kalo telat makanannya dah habis semua (wakakakak gitu deh kalo anak kos, selalu nyari kesempatan klo ‎​​ada makan-makan gratis)

Setelah pamit dengan guru-guru di pesantren ini, kami pun kembali melakukan perjalanan pulang melewati titian mencekam itu.

Selain berdoa mudah-mudahan kami selamat, di perjalanan pulang ini doa kami bertambah mudah-mudahan masih kebagian jatah makan di kecamatan.
😀

Ditulis dengan WordPress untuk Blackberry

5 thoughts on “Pusling dengan titian mencekam di Desa Jingah Bujur Kab.HSU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s