Paku

Suatu ketika ada seorang anak laki laki yang bersifat pemarah, untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak. Ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku dipagar belakang setiap kali dia marah.

Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah…lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar.

 

Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudia mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.

Hari hari berlalu dan anak laki laki itu akhirnya memberi tahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya kepagar. “ Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi, lihatlah lubang lubang bekas paku dipagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya.” Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. kata katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini…dihati orang lain.
kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang lalu mencabut pisau itu…tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada…dan luka karena kata kata, adalah sama buruknya dengan luka fisik.

Sobat sekalian sebesar apapun dosa kita kepada Allah jika kita benar benar bertobat, Allah akan memaafkan dosa kita karena Dia adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Namun jika kita berdosa kepada sesama makhluk Allah atau menyakiti hati orang lain baik sengaja ataupun tidak dan kita belum minta maaf, atau terlebih dahulu ajal menjemput kita atau menjemput orang yang kita sakiti sehingga kita belum sampai minta maaf maka hal itu akan menjadi hambatan di akhirat kelak sebelum kita masuk surga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s