Habibie and Ainun The Power of Love

Habibie dan Ainun..

Wow mendengar nama kedua orang itu sudah pasti yang terlintas di pikiran kita adalah pasangan ideal yang patut dijadikan panutan karena keromantisan dan kesetiaan yang dibawa sampai mati.

Kesedihan Habibie yang mendalam atas kepergian Ainun sempat membuat psikisnya terganggu.
Katanya, usai Ainun meninggal kondisi tekanan emosional Habibie cukup tinggi, bahkan ia mendapat perawatan psikologi dari tim dokter Jerman.
Maka ide membuat buku kemudian muncul untuk mencurahkan perasaannya.

buku yang mulai dipasarkan sejak 1 Desember 2010 dan berisi 37 bab ini cukup mendapat sambutan positif dari masyarakat yang ingin mengetahui kisah perjalanan Habibie dan istri dalam buku tersebut

Habibie menulis buku itu dengan gaya dan bahasa yang masih asli dari Habibie. Sejumlah keunikan terutama terkait proses penulisan buku itu lebih merupakan terapi diri atas emosi penulisnya yang ditinggal pergi sang istrinya, bahkan menurut beliau setiap lembar buku ini ditulis dengan cucuran air mata.
Membaca buku ini sama saja mengikuti penuturan penulisnya. Selain itu, kadang bisa dirasakan bak reportase karena semua didasarkan pada fakta.

Di dalamnya, pembaca akan mendapatkan cerita-cerita yang begitu indah dan romantis dari kejadian-kejadian yang luar biasa.
Dalam ceritanya, Habibie mengenang kisah-kisahnya bersama Ainun selama 48 tahun 10 hari.
Yang menarik, Habibie sempat menuturkan diawal perkenalan dengan Ainun, dia tidak tertarik karena kulit Ainun yang gelap.
“Namun, suatu hari saya ke rumahnya saat beliau sedang menjahit, saya bilang ‘kok kamu bisa jadi cantik?’ dari situlah kemudian saya jatuh cinta,” ucap Habibie

Cerita berlanjut dengan perjuangan mereka mengarungi bahtera rumah tangga, bagaimana mereka menjalani hari-hari berat di Jerman, hari-hari saat Habibie menjabat sebagai kepala negara, namun senyuman Ainun mampu membuat Habibie kuat dan dapat melewati semua rintangan terberat sekalipun.

Hari ulang tahun mereka yang ke 48 dirayakan di ruang ICCU rumah sakit Ludwig Maximilian University (LMU) Muenchen, Jerman
“Selamat Hari Ulang Tahun Pernikahan kita ke-6 windu atau 48 tahun. Saya selalu akan mendampingimu di manapun Ainun berada. Jiwa, roh dan batin kita sudah menyatu dan menunggal sepanjang masa,” tutur Habibie.

Pada tanggal 23 Mei 2010, tepatnya 10 hari setelah hari berbahagia itu, Ainun menghembuskan napas terakhirnya usai menjalani 12 kali operasi kanker ovarium.
“Tepat pukul 17.30 waktu Muenchen, Ainun dengan tenang dan damai pindah ke alam dimensi lain diiringi doa yang datang dari getaran nurani saya,” ucapnya.
Habibie mengatakan selalu menepati janjinya untuk selalu berada di samping Ainun, hal itu dibuktikannya dengan terus duduk disamping jenazah Ainun baik selama di Muenchen maupun setelah sampai di Indonesia.

Buku berisi 37 bab itu rencananya akan mulai diangkat ke film mulai tahun depan oleh MD Entertainment, bertepatan dengan ulang tahun Ainun yang jatuh pada 11 Agustus.
“Kalau di buku kan judulnya Habibie & Ainun. Kalau ini bahasa Inggris, Habibie and Ainun The Power of Love. ‘
The power of love’ ini memperlihatkan tidak bisa dipisahkan selama 48 tahun. Dan ini seperti novel, tapi ini bukan novel. Ini benar-benar real (nyata),” ucap Habibie

Kisah cinta Pak Habibie yang diantaranya dituangkan dalam buku ini bisa menjadi refleksi atau pelajaran serta inspirasi bagi kita semua, terutama bagi yang ingin belajar bagaimana menjadi suami dan istri yang baik serta bagaimana membangun keluarga ideal terbaik

Berikut adalah puisi BJ Habibie untuk Ainun, puisi yang sangat indah..

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya,
dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang,
rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia,
kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan,
calon bidadari surgaku ….

BJ.HABIBIE

Sebuah puisi yang sangat menyentuh, sayangnya puisi ini tidak dimuat didalam buku tersebut..
Selamat jalan ibu Ainun..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s